Kita belajar berdasarkan 10 persen dari apa yang kita baca, 20 persen dari apa yang kita dengar, 30 persen dari apa yang kita lihat, 50 persen dari apa yang kita lihat dan dengar, 70 persen dari apa yang kita katakan, dan 90 persen dari apa yang kita katakan dan lakukan.

Secara bahasa strategi biasanya diartikan sebagai siasat, kiat, terik atau cara. Sedangkan secara umum maknanya adalah suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Adapun strategi belajar mengajar bisa juga diartikan sebagai pola umum dalam kegiatan guru – murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Atau dengan istilah lain strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan mengajar tertentu.

Untuk melaksanakan tugas secara profesional seorang uru memerlukan wawasan yang baik dan terukur tentang kemungkinan – kemungkinan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan belajar yang dirumuskan.
Batasan belajar mengajar yang bersifat umum mempunyai empat dasar strategi, yaitu :

  1. Mengindentifikasi serta menetapkan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan sesuai dengan perubahan zaman.
  2. Mempertimbangkan dan memilah sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  4. Menetapkan norma – norma dan batas minimal keberhasian atau kreteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil belajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

Dari keempat uraian di atas jika di terapkan dalam konteks kegiatan belajar mengajar maka strategi belajar mengajar pada dasarnya memiliki implikasi sebagai berikut:

  1. Proses mengenal karakteristik dasar anak didik yang harus dicapai melalui pembelajaran.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan kultur, aspirasi dan pandangan filosofi masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik mengajar.
  4. Menetapkan norma – norma atau kreteria – kreteria keberhasilan belajar.